Raja-raja Renah Sekalawi

Tuanku Rajo Bagindo Gelar Rajo Mudo Rajo Megat Sutan Saktai Rajo Jonggor
          Rajo Jang Tiang Pat Lemo Ngen Rajo Ke I

    Suku rejang adalah benar-benar suku yang memiliki asal mula jadinya, dan bukan suku yang tak tentu datangnya, dibuktikan dengan adanya tulisan sendiri berupa aksara kaganga dan adat istiadat yang terpelihara turun temurun. Mereka yang terdiri dari dari kaum pendatang dari kalimantan yang merejang (berjalan) ke negeri Pinang Balapis (Renah Sekalawi, sekarang kab. Lebong). Dibuktikan dengan adanya kesamaan budaya dan adanya sungai Rejang di Sarawak. Rombongan yang datang dari seberang itu adalah
1.Begeleng Mato
2.Rio Bitang
3.Rio Jengan
4.Rio Sabu
Dan mereka dididampingi dengan hulubalangnya masing-masing, yaitu:
1.Tiak Jeningan
2.Tiak Jadam
3.Gajah Madau
4.Singoparai
Mereka membuka dusun-dusun baru sebagai tempat pemukiman mereka seperti:
1. Rio Bitang beserta pengiringnya membuka tanah di atas tebing sekitarnya dan memelihara
    sarang burung layang-layang di sekandau.
2. Rio Jenggan beserta pengiringnya membuka tanah di Suko Negeri Tapus dan sekitarnya
    sambil menjaga tambang mas di Tebo Lekenei
3. Rio Sabu beserta pengiringnya membuka tanah di Kuto Rukem Tes sambil menjaga tambang
    tambang mas di Simpang (Lebong Simpang)
4. Begeleng Mato beserta pengiring membuka tanah di Pelabai Bendar Agung Lebong sambil
    menjaga tambang mas di Renah Sekalawi Lebong.

Dan selanjutnya datang pula rombongan dari kerajaan Majapahit yang ingin menyiarkan ajaran Hindu di sana, meski kenyataan suku Jang akhirnya hampir 100% beragama islam namun pengaruh ajaran Hindu pada awal-awalnya masih sangat kental dengan adanya upacara-upacara adat dan kepercayaan-kepercayaan yang makin hari mulai meluntur beriring dengan berkembangnya ajaran islam yang cukup pesat disana yang dibawa dari Padang Sumatra Barat dibuktikan berdirinya organisasi keislaman yang dibawa oleh NU dan Muhammadiyah disana. Rombongan yang datang dari majapahit itu adalah:
1. Biku Bembo
2. Sepanjang Djiwo
3. Biku Bermano
4. Biku Bejenggo
Dan pendatang dari Hindia Selatan, dengan adanya viara-viara milik suku cina daratan yang menetap disana.Adanya perkawinan antara pendatang majapahit dan pendatang kalimantan, dan cina daratan, membuat keturunan mereka semakin beranak pinak, dan bahasa mereka pun bercampur (asimilasi) dengan sempurna. Sehubungan dengan berkembangnya keturunan mereka dengan pesat, dengan terbentuknya dusun-dusun baru, yang masing-masing dusun dipimpin oleh ajai-ajai masing-masing dari mana mereka berasal .Maka diperlukanlah peraturan yang dapat mengatur  segala kehendak dan kenyamanan hidup bermasyarakat disana. Sekaligus menentukan batas wilayah kekuasaan dari masing-masing ajai yang memimpin disana.Pemufakatan pun dilakukan dengan mengutus wakil ke kerajaan Pagarruyung mengingat Renah Sekalawi secara geogravis termasuk wilayah kerajaan Pagarruyung.Pagarruyung pun mengirim utusannya ke Renah Sekalawi sebagai wakil pemerintahannya di sana. Hasil musyawarah dan mufakat pun dicapai dengan  bersatunya ajai-ajai dalam satu wadah kekuasaan kerajaan jang disana, dengan ketentuan sebagai berikut:
1.Ajai Begeleng Mato terpilih sebagai Petuloi I sebagai Jang Tiang I yang berkuasa penuh di
   Renah Sekalawi dengan kedudukan sebagai staf membantu raja di kerajaan di Bendar Agung,
   Renah Sekalawi.
2.Ajai Rio Bitang terpilih sebagai Petuloi II sebagai Jang Tiang II yang berkuasa penuh di atas
   Tebing (tebing atas)
3. Ajai Rio Jenggan terpilih sebagai Petuloi III sebagai Jang Tiang III yang berkuasa penuh
    di Suko Negeri Tapus
4. Ajai Rio Sabu terpilih sebagai Petuloi IV sebagai Jang Tiang IV yang berkuasa penuh di Kuto
    Rukem Tes
5. Ditetapkannya oleh kerajaan Pagaruyung, Tuanku Rajo Bagindo sebagai Rajo Jang Tiang
    Pat yang pertama dengan gelar Rajo Mudo Rajo Megat, karena beliau orang yang cakap
    dan sakti, gelarnyapun bertambah menjadi Rajo Mudo Rajo Megat Sutan Saktai Rajo
    Jonggor.
6. Berdirinya kerajaan Jang Tiang Pat Lemo Ngen Rajo (Kerajaan Jang Tiang Pat Lima dengan
    Raja) yang kemudian berkembang menjadi Jang Pat Petuloi, dengan wilayah kekuasaan
    sampai ke Sangir, sungai Pagu, bersebelahan dengan Sungai Ngiyang.

Keterangan:
    Jang = suku rejang
    Tiang= Pilar/pemimpin
     Pat   = empat
     Petu = pintu
     Loi    = besar
     Ajai   = orang yang mulia/haji
Sesuai peraturan yang beralaku raja yang terpilih memimpin kerajaan haruslah beristri, maka Tuanku Rajo Bagindo pun dinikahkan dengan Putri Dayang Gilang, saudara perempuan
Rio Bitang di Pelabai.

 

 

 

Advertisements

About swarnabhumigroup

nice n kindly
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Raja-raja Renah Sekalawi

  1. saya senang sekali membaca artikel ini, ternyata masih banyak yang peduli dengan keberadaan suku2 di indonesia..
    saran saya… klo bisa tulisan ini di sertakan juga sumber nya,,,,
    ijin tag ya….buat bahan kajian

    • trims mas Koko, silahkan dishare, sumbernya lengkap ada di tembo2 silsilah suku VIII dan IX milik kel. besar Abdul Muis, di Lebong, dan kisah2 yang ditulis dari para pendahulu dalam catatatan2 budaya yg ditulis oleh. M.Hosen, dan buku Baso Jang Ite terbitan tiga serangkai..semoga bermanfaat

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s